Embung Batara Sriten, Embung Tertinggi dikota Jogja

Posted on

Mendengar nama Embung Batara Sriten, mungkin kamu mengira bahwa tempat ini merupakan sebuah patung, candi atau menerka – nerka bahwa ini adalah nama seorang dewa atau dewi yang ada didongeng bukan ?

Tapi sayangnya dugaan tersebut kurang tepat, Embung Batara Sriten merupakan sebuah embung atau waduk yang berada di Dataran tertinggi Kabupaten Gunung Kidul. Tepatnya di Dusun Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta.

Penasaran seperti apakah Waduk tertinggi dikota Jogjakarta tersebut ? Yuk Disimak!

 

Embung Batara Sriten Embung

Sedikit Mengenai Embung Batara Sriten Gunung Kidul

Mungkin banyak dari para wisatawan yang datang ke Gunung Kidul baru – baru ini tidak tahu kalau dulunya Gunung Kidul Jogjakarta merupakan daerah gersang diatas gunung yang seringkali diterpa bencana kekeringan atau kekurangan air jika musim kemarau datang.

Wilayah Gunung Kidul memang berupa pegunungan karst dan juga batuan kapur, sehingga membuat daerah ini mengalami kesulitan air karena air hujan sulit diserap tanah sebagai cadangan air ketika musim kemarau datang. Tapi saat ini Gunung Kidul telah berubah total berbeda dengan dulu, berkat ide dari pemerintah yang membangun banyaknya waduk buatan atau embung dibeberapa tempat menjadikan Gunung Kidul tidak kesulitan air lagi kalau musim kemarau datang.

Embung Batara Sriten yang mana lebih dikenal dengan nama Embung Sriten ini berada dikawasan wisata air Gunung Kidul. Nama Batara Sriten diambil dari nama lokasi embung tersebut, yaitu di Batur Agung yang berada di Dukuh Sriten.

Saat pertama kali datang ke Embung Batara Sriten ini, kamu akan diajak untuk melihat keindahan telaga yang sangat luas dan juga indah pada ketinggian 800 mdpl. Suasana pagi ditempat ini bisa memanjakan mata kita sambil menikmati indahnya sunrise dan udara pagi pegunungan yang sangat segar dan menyejukkan.

Saat sunset pun, pemandangan di Embung Batara Sriten tidak kalah menarik, kamu bisa menikmati tenggelamnya matahari dengan leluasa karena daerahnya yang tinggi membuat pandangan kita tidak terhalangi oleh pepohonan sedikitpun. Ditambah lagi adanya gemerlap lampu – lampu kota yang terlihat jauh dibawah bukit mampu menambah indahnya pemandangan.

Tempat Perairan yang Berubah Menjadi Destinasi Wisata

Seperti yang saya sebutkan diatas, Jogja membangun banyak sekali embung atau waduk dikabupaten Gunung Kidul awalnya bertujuan untuk menampun air hujan agar bisa dijadikan sebagai cadangan air ketika musim kemarau datang.

Selain bisa untuk membantu warga saat membutuhkan air minum dan juga untuk keperluan rumah tangga, juga digunakan untuk pengairan kebun – kebun lokal yang ada disekitar embung. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu, Embung Batara Sriten kini menjadi salah satu destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari luar kota maupun mancanegara.

Disekitar Embung Batara Sriten ini banyak terdapat kebun wisata buah seperti kebun durian, kelengkeng, sirsak dan juga manggis. Kamu juga tidak perlu khawatir soal konsumsi disini, karena disekitar sini juga banyak warung – warung kaki lima yang menyediakan minum dan juga makanan. Menurut info yang beredar nantinya Embung Sriten akan dikembangkan lagi menjadi landasan paralayang berstandard international.

Harga Tiket Masuk Embung Sriten

Embung Batara Sriten dibuka untuk umum setiap hari tanpa hari libur. Untuk bisa masuk ke kawasan wisata ini kamu akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 3.000,-. Selain itu kamu juga harus membayar parkir kendaraan sebesar Rp. 2.000,- untuk sepeda motor dan juga Rp. 10.000,- untuk kendaraan roda empat.

Cukup murah bukan biaya masuk yang harus kamu bayarkan dibandingkan dengan pemandangan indah yang ditawarkan tempat ini ? Tertarik untuk berlibur kesini ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *